HA SB IPB Menggagas Penggemukan Sapi di Konawe

Wednesday April 12th, 2017 | Humas SB-IPB

(BOGOR, 12/4/2017) Mengantisipasi besarnya potensi peternakan sapi di Indonesia, Himpunan Alumni (HA) Sekolah Bisnis (SB) IPB bekerja sama dengan beberapa kelompok tani peternak telah mulai merintis pendampingan usaha penggemukan sapi secara lebih modern. HA SB IPB bertekad mendorong alumni SB IPB untuk memberikan sumbangsih positif kepada institusi dan bangsa. Maka sudah selayaknya mereka berpartisipasi aktif dalam pengembangan pendidikan kewirausahaan yang bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya melalui pendampingan usaha penggemukan sapi di beberapa lokasi, yaitu: Kelompok Tani Ternak Kulahi Hijau di Desa Tanggobu, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara yang telah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemkab Konawe No. 524/300/2015 tertanggal 28 Desember 2015.

Integrasi jagung dan ternak
Usaha penggemukan sapi di Konawe ini menjadi bagian dari program integrasi jagung dan ternak sebagai salah satu program unggulan HA SB IPB untuk menyelenggarakan lembaga pemberdayaan masyarakat secara terstruktur. Program ini dititikberatkan pada program budidaya jagung dan penggemukan sapi bakalan di lima kecamatan, di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara yang akan diusulkan menjadi sentra pertanian terpadu, yakni budidaya jagung, pengolahan biji jagung, penggemukan, dan village breeding centre melalui kegiatan integrasi palawija (jagung), kelapa sawit, dan sapi. “Kami telah berkoordinasi dengan Bupati Konawe dan mendapat respons yang sangat positif untuk menjalankan program ini,” ujar Iyung Pahan, Ketua Divisi Bisnis, Kewirausahaan, dan Kemitraan HA SB IPB.

Kawasan pertanian terpadu di Konawe ini melibatkan kerja sama dengan masyarakat setempat dan akan diperluas ke lima kecamatan di sekitar kecamatan Lambuya. Masing-masing kecamatan akan difasilitasi untuk membentuk kelompok tani yang kemudian ditingkatkan menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

Dalam rangka mempersiapkan SDM lokal untuk melaksanakan pertanian terpadu ini, HA SB IPB akan menginisiasi kerja sama IPB dengan Pemda Konawe untuk mendirikan perguruan tinggi komunitas (community college), berupa program Diploma I Pertanian Terpadu Berbasis Komoditas Jagung. IPB menyediakan dosen dan modul pembelajaran, sementara Pemda Konawe akan menyediakan sarana dan prasarana. Mahasiswa D1 perguruan tinggi komunitas ini terdiri dari para pemuda petani (lulusan SMA) yang nantinya akan bekerja di kawasan pertanian terpadu sebagai anggota kelompok tani dan/atau anggota BUMDES. HA SB IPB akan menyediakan dukungan teknis ilmiah pertanian terpadu jagung dan peternakan yang melibatkan stakeholder IPB terkait seperti Program Diploma IPB, Sekolah Bisnis IPB, dan SKPD terkait di Kabupaten Konawe.

100 sapi di 5 kandang
Mengenai tahap pembangunan kandang kelompok, saat ini telah dirampungkan tempat pakan ternak. Di lokasi kandang kelompok ini juga telah dilakukan pemagaran di sekeliling areal kandang. Kegiatan ini dilakukan untuk menghindari keluar-masuknya ternak di areal kandang. Tahap selanjutnya yang akan dilakukan yaitu pembuatan lantai dari beton yang nantinya untuk memudahkan pembersihan kotoran ternak ke tempat penampungan kotoran ternak yang selanjutnya akan diolah menjadi pupuk organik.

“Kebutuhan awal sapi bakalan yang akan diminta disesuaikan dengan kapasitas kandang yang telah dibangun oleh HA SB IPB,” ujar Iyung lagi. “Saat ini di kelompok tani ternak Kulahi Hijau ada 100 ekor sapi, yaitu masing-masing 20 ekor di 5 kandang. Ada 50 orang anggota aktif dan jumlahnya akan terus berkembang di masa yang akan datang.” Iyung menambahkan lebih lanjut.
Program penggemukan sapi ini bermanfaat bagi masyarakat dalam rangka menyukseskan program pemerintah, sebagai wujud pengabdian para akademisi dan praktisi kepada masyarakat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di Kabupaten Konawe. Yang tak kalah penting, program seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan daerah-daerah lain di sektor pertanian terpadu di Sulawesi Tenggara dan wilayah Indonesia Timur lainnya. (IK)

Tinggalkan Balasan